The Cronicles Of Narnia

Selain kisah-kisah dalam Al Qur’an dan As Sunnah yang sangat baik untuk memberikan pendidikan dan pelajaran anak-anak kita. Novel juga merupakan salah satu pembentuk imajinasi anak, dan orang tua. Namun untuk novel, kita perlu mengarahkan atau mendongengkan dengan lebih berhati-hati, agar anak memiliki perspektif yang baik dan benar secara akidah.

Salah satu novel yang memiliki imajinasi cukup banyak, khususnya tentang binatang dan kepahlawanan, yaitu Narnia.

Narnia adalah suatu dunia fiksi yang diciptakan oleh pengarang Anglo-Irlandia C.S. Lewis sebagai lokasi untuk The Chronicles of Narnia, yang dibukukan sebanyak tujuh novel fantasi anak-anak, yaitu The Lion, the Witch and the Wardrobe, Prince Caspian , The Voyage of the Dawn Treader , The Silver Chair , The Horse and His Boy , The Magician’s Nephew , The Last Battle .

Di Narnia terdapat berbagai macam makhluk yang sering di imajinasikan oleh anak – anak dan tidak terdapat dalam dunia nyata seperti: binatang yang bisa berbicara, manusia dengan setengah badan hewan, manusia kerdil, dan sebagainya. Cerita Narnia di mulai dari pembentukan hingga hari akhir dunia tersebut, terutama mengarah kepada seseorang (manusia) yang masuk ke dalam dunia Narnia, yang biasanya masih kanak-kanak.Adalah empat bersaudara Pevensie yang memulai petualangan tersebut. Peter, Susan, Edmund, dan Lucy. Saudara sepupu mereka, Eustace Scrubb, turut meramaikan suasana novel Narnia bersama teman sekolahnya, Jill Pole, dalam petulangan ke Tanah Liar di Utara.

Dari semua tujuh novel tersebut, 4 diantaranya telah di tuangkan dalam bentuk film. Baru- baru ini novel yang berjudul ” The Silver Chair” telah di buatkan film, tetapi belum beredar di pasar Indonesia.

Selamat membaca dan mengambil intisarinya.
Sumber : http://id.wikipedia.org

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Berpesta di Hari Raya

Sahabat,

Mohon maaf baru mengingatkan….

Hari Raya Idul Adha, adalah salah satu dari dua hari raya besar umat Islam untuk berpesta. Semarak pesta boleh dilakukan semeriah mungkin, asalkan sesuai dengan syariat.

Pada hari raya kurban ini, dan tiga hari sesudahnya, atau sering disebut hari tasyrik (hari menjemur daging hingga kering untuk bekal), ibadah yang terbaik adalah berkurban. Sebagian daging kurban untuk dimakan atau diolah sendiri, sebagian lagi dibagikan kepada tetangga, sahabat, dan juga yang lebih penting adalah untuk fakir miskin.

Selamat berpesta sahabat !
Namun jangan lupa, tetaplah sesuai syariat. Makan yang halal, tayyib (baik) dan secukupnya saja !
Ingat, pesan Rasulullah, perut kita, hendaknya tidak sampai kekenyangan, cukuplah sekedar untuk mengisi energi yang dibutuhkan badan.

Jika ingin diisi maksmal, ingatlah !
Sepertiga volume perut itu untuk diisi makanan. Sepertiganya air, dan sepertiganya udara.

Jadi, jangan sampai perut terisi 100% makanan, atau 100% air apalagi 100% udara !

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Beliau bersabda :

‘Tidaklah anak Adam memenuhi wadah yang lebih buruk dari perut. Cukuplah bagi anak Adam memakan beberapa suapan untuk menegakkan punggungnya. Namun jika ia harus (melebihinya), hendaknya sepertiga perutnya (diisi) untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk bernafas’ (HR At-Tirmidzi , di-shahih-kan oleh Al-Albani dalam As-Silsilah Ash-Shahihah 2265)

Posted in Sharing | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

BPHTB

Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)

BPHTB adalah pungutan atas perolehan hak atas tanah dan atau bangunan. Perolehan hak atas tanah dan atau bangunan adalah perbuatan atau peristiwa hukum yang mengakibatkan diperolehnya hak atas dan atau bangunan oleh orang pribadi atau badan.

Hak atas tanah adalah hak atas tanah termasuk hak pengelolaan, berserta bangunan di atasnya sebagaimana dalam Undang-Undang Nomor 5 tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria, Undang-undang Nomor 16 tentang Rumah Susun dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang lainnya.

Dasar pengenaan atas bea perolehan hak atas tanah dan bangunan dari nilai perolehan obyek pajak dengan besaran tarif sebesar 5% dari nilai perolehan obyek pajak.

Dengan semakin pesatnya pertumbuhan penduduk, dan masih banyaknya masyarakat yang belum memahami UU di atas, semakin banyak orang yang tidak bisa hidup lebih baik karena tidak memiliki dana minimal 5% dan biaya-biaya lainnya, yang hampir 10% dari obyek yang harus diolahnya. Meskipun, obyek tersebut merupakan obyek warisan dari orang tua atau keluarga.

Contoh :
Karena kebutuhan hidup, Bp. A harus menjual sebagian tanah, yang diwariskan dari  ayahnya, yang mana ayahnya dapat dari kakeknya. Ayahnya saat ini tidak memiliki cukup dana untuk membaliknamakan seluruh warisan yang diterimanya kepada anak-anaknya. Demikian pula anak-anaknya. Sementara itu, harga semakin membumbung tinggi, pembelipun tidak sanggup jika proses itu dibebankan kepadanya. Dan banyak permasalahan lain yang sering terjadi di dalam permasalahan tanah, bangunan dan obyek lainnya yang memiliki kesulitan proses karena permasalahan pendanaan.

Takaful, membantu merencanakan pengadaan dana untuk pembiayaan untuk itu semua.
Sehingga ahli waris atau orang-orang tercinta yang berhak memiliki dan memanfaatkan obyek pajak tersebut.

Ada yang ingin disampaikan, berbagi pengalaman, berbagi informasi, pertanyaan dan lainnya tentang BPHTB atau produk diatas, silakan hubungi : halo.takaful@gmail.com
Atau telpon di 021-2870-3834, 021-9833 8943.

Posted in Asuransi Warisan, Produk | Tagged , , , , , | Leave a comment